KEENAM RUKUN ISLAM

Keenam Rukun Islam
Oleh Sher Khan

 

Rukun Islam pertama adalah kalimat Syahadat, pernyataan kepercayaan bahwa “Tiada Tuhan Selain Allah dan Muhammad Rasulullah.” Seperti burung beo Muslim diwajibkan untuk mengulang-ulang mantra ini, tanpa sedikitpun merasakan manfaatnya. Sementara itu Muslim Shiah menambahkan kata-kata “dan Ali adalah teman Muhammad”. Catatan : Ali adalah menantu Muhammad dan seorang pembunuh kakap yang untuk ukuran jaman sekarang bisa diseret ke pengadilan karena tuduhan pembunuhan serial dan masal.

Kata ‘Syahadat’ berhubungan dengan kata lain, yaitu ‘Shahid’, yang berarti Martir. Semua Muslim yang taat (bukan Muslim pengecut) selalu bersiap-siap untuk menjadi Martir (Shahid) guna memenuhi Syahadat mereka. Oleh karena itulah, seorang Muslim otentik selalu siap membunuh dan dibunuh kalau agama mereka ditantang, sesuatu yang menjadi ciri khas Muslim sejak abad ke 7.

Sholat adalah rukun Islam kedua, yang harus dilakukan 5 kali sehari. Saat sholat, mereka harus melantunkan ayat-ayat dari Al-Quran. Bagaimana kalau Muslim yang suka melantunkan Surah AL-BAQARA akan berkomat-kamit “…Dan bunuhlah mereka dimanapun kau tangkapi mereka, ..(Q 2:191)”. Mungkin waktu yang dihabiskan untuk mengulang-ulangi siklus ini adalah alasan utama akan kegagalan ekonomi dunia Islam.

 

Al-Quran, yang katanya buku yang maha tahu tidak mewajibkan sholat sebanyak 5 kali. Dikatakan, “kami tidak melewatkan apapun di buku ini” (Q 6:3). Tapi tahu-tahu, Allah melewatkan hal sholat ini menurut ayat-ayat (Q 11:114; 17:78-79; 30:17-18) dan kemungkinan (Q 24:58), yang hanya mewajibkan 3 kali sholat. Dan tetap saja Muslim menghantam lantai 5 kali sehari, tradisi yang diikuti sejak Muhammad memperkenalkan rutin itu. Pada permulaan, arah sholat Muhammad adalah Yerusalem, tetapi Allah berubah pikiran dan akhirnya kiblat dipindahkan ke Mekah. Luar biasa memang, saat para ilmuwan mencari tanda-tanda kehidupan di alam semesta, Muslim masih sibuk juga mencari-cari arah kiblat.

Zakat, rukun Islam ke tiga bisa dianggap sebagai pajak. Bukan pemerintah yang memungutnya, tetapi orang-orang yang mencap diri sebagai Amil (pengumpul zakat) yang memungut dan membagi-bagikan uang itu kepada fakir miskin. Nampaknya sistim ini memang mulia, tetapi proses keseluruhan ini hanya menghasilkan lebih banyak gembel dan tukang minta-minta. Zakat memang cocok bagi Muhammad karena ia tidak mampu membuat pemerintahan sistimatis yang bisa menciptakan pekerjaan. Jadi ia harus menafkahi Muslim-muslim kere dan menyogok mereka agar memeluk Islam.

 

Sejarah sudah mencatat bahwa satu-satunya sumber penghasilan Muhammad adalah perampokan. Dan trend ini pula berlanjut sampai hari ini dan semakin hari semakin banyak gembel di negara-negara Islam ketimbang di negara manapun didunia.

Puasa, rukun Islam berikutnya membuat Muslim miskin lapar dan letih. Muslim kaya tentunya tidak selapar dan seletih Muslim miskin (apalagi kalau rumah dan mobilnya ber-AC!). Puasa adalah ‘mission impossible’ bagi muslim-muslim miskin di negara-negara Islam yang kebanyakan juga miskin. Dan, tentunya, Allah membuat kebanyakan negara Islam miskin.

Walaupun puasa pendek bisa membantu sistim imunitas, puasa berlebihan akan mengakibatkan kekurangan cairan dalam tubuh. Ghrelin, suatu tipe asam amino yang bisa merusak tubuh dan ditemukan dalam perut, adalah akibat membuihnya asam-asam perut (‘gastric acid secretion’) dan puasa hanya mempercepat proses pembuatan Ghrelin ini. Seperti kita tahu, jeroan Muslim nampak selalu membuih, entah akibat kartun Denmark atau Palestina, namun alasan utama ‘heartburn’ atau pembuihan perut Muslim itu adalah karena puasa. 

Puasa bukannya membersihkan jiwa, melainkan membuat pincang ekonomi seluruh negara. Di kebanyakan negara-negara Timur Tengah, pagi menjadi malam dan malam menjadi pagi. Muslim sahur setiap pagi, tidur, sholat dan kemudian tidur seharian. Mereka bangun hanya kalau sudah waktunya untuk buka puasa. Semalaman mereka berzikir terus selama satu bulan itu. Herankah kalau akhirnya negara-negara Timur Tengah tergantung pada teknologi dan buruh asing (baca : kafir)?

Haji, ini dia rukun Islam yang merupakan kesempatan paling besar bagi setiap Muslim. Ini tidak lain dari turisme subur bagi Saudi dan tidak sedikitpun memperbaiki visi seorang Muslim. Malah akibat hijrah ini, Muslim menjadi semakin terpusat pada diri sendiri dan egois, berdedikasi pada rekan-rekan se-mualaf dengan kebencian menggebu-gebu terhadap umat manusia lainnya.

Muslim diwajibkan mencukur kepala mereka, sehingga menyerupai ‘skinhead’ (kelompok nazi yang mencukur rambut mereka). Dan ternyata mentalitas mereka menjadi persis seperti seorang skinhead.

Ritual-ritual haji ini mirip dengan ritual-ritual kaum berhala yang pernah ada di Mekah (sebelum dibantai atau diusir Muhammad dan gang banditnya). Penciuman ‘Hajar Aswad’ (Batu Hitam) juga dipraktekkan kaum berhala yang memenangkan ‘Kabah’, kotak yang menyimpan beratus-ratus patung berhala. Mereka yang tidak bisa mendekati batu ini karena kerumuman massa yang padat terpaksa melemparkan ciuman kepadanya. Lalu menyusul kemudian putar-putar Kabah sebanyak 7 kali, sambil mencium atau melemparkan ciuman kepada sang Batu setiap kali mereka menyelesaikan satu putaran. Jangan lupa bahwa inipun merupakan tradisi berhala, sebelum Muhammad menginvasi Mekah.

‘Death to America’ adalah rukun ‘de facto’ ke-enam Islam karena AS mendukung Israel. Oleh karena itu, Muslim bertujuan menghancurkan AS dengan segala cara.

Padahal AS secara konsisten mendukung dan mendanai Saudi, Nigeria, Iraq, Indonesia, Mesir dan negara-negara Islam lainnya. Pakistan mendapatkan dana AS saat tentara Pakistan membantai jutaan orang Bangladesh yang tidak bersalah. Tetapi tetap Muslim membabi buta ingin menghancurkan AS. Malah ini merupakan ‘reason d’etre’ (alasan eksistensi) Muslim. Tidak pengaruh apakah AS menyalurkan milyaran dolar kepada Mesir dan Palestina, dan tentara-tentara muda AS tewas di Afghanistan dan Irak untuk membantu masyarakat setempat. Hubungannya dengan Israel itu membuat Muslim dengki tidak kepalang.

Ini ilustrasi tingkat kebencian dan kemunafikan Muslim. Di sebuah desa kecil, hidup seorang lelaki miskin yang sering kelaparan. Tetangganya selalu membantunya. Tetapi walaupun sudah dibantu, si lelaki miskin itu iri terhadap kekayaan tetangganya itu. Satu hari seorang malaikat datang padanya dan bertanya, “Apa yang kau inginkan untuk meringankan penderitaanmu ini? Saya bisa memberikanmu apa saja. Tapi syaratnya adalah; apapun yang kau terima, tetanggamu akan menerima 2 kali lebih banyak.” Si lelaki miskin itu berpikir sejenak dan kemudian berkata dengan yakin, “Bisakah kau mengambil salah satu kaki saya, salah satu tangan saya dan salah satu mata saya?”

Tags: , , , , , ,

7 Responses to “KEENAM RUKUN ISLAM”

  1. Ikhsan Says:

    Ini ilustrasi tingkat kebencian dan kemunafikan Kristen. Di sebuah desa kecil, hidup seorang lelaki (Muslim) miskin yang sering kelaparan. Tetangganya (Kristen) selalu membantunya. Tetapi walaupun sudah dibantu, si lelaki miskin itu tetap miskin ketidak berdayaan karena usia. Satu hari seorang pendeta (Misionaris) datang padanya dan bertanya, “Aku bisa meringankan penderitaanmu ini? Saya bisa memberikanmu apa saja. Tapi syaratnya adalah; kamu harus mengikuti aku menjadi kristen.” Si lelaki miskin itu berpikir sejenak dan kemudian berkata dengan yakin, “”Aku tidak akan merubah keyakinanku karena materi”, Akhirnya sang kaya (Kristen) meninggalkanya.

    Inilah perbedaan antara Zakat dalam islam dan Derma dalam kristen yang satu Memberi tanpa berharap sesuatu (Zakat dalam Islam) dan yang satu memberi karena berharap sesuatu (Derma dalam Kristen)

    Ini baru satu hal yaitu Zakat dalam islam yang jelas dan tidak ada keraguan dari manapun juga merupakan bagian kegiatan sosial didalam masyarakat. Untuk hal yang seperti ini saja anda tidak mengerti bagaimana dengan yang empat lainnya yang pengertiannya tidak hanya dalam pengucapan.

    Sebaiknya anda pelajari terlebih dahulu sampai anda mengerti karena anda tidak pernah minta dilahirkan menjadi non muslim tapi anda terlahir dengan diberikan akal dan fikiran untuk mempelajari baik dan buruk, benar dan salah seperti anda sekolah mulai dari TK, SD, SMP, SMA dan perguruan tinggi.

    Mohon maaf apabila ada kata-kata saya yang kurang berkenan, saya juga tidak pernah meminta untuk dilahirkan menjadi Muslim tapi saya mempelajari semua agama (KRISTEN, HINDU dan BUDHA) dari situlah saya bisa tahu mana yang baik dan buruk, mana yang benar dan salah dalam memilih agama.

    Yang menjadi pertanyaan adalah apakah anda berani obyektif dalam mempelajari ISLAM ?????

    Terima kasih,

    Ikhsan Turmuji

  2. dodi Says:

    Tulisan yang sangat dahsyat, Bung!
    Pengetahuan Anda luas sekali. Dan mampu menulis dengan gaya bahasa yang mengalir, runut, enak dibaca. Anda pintar mengaitkan satu masalah dengan masalah lainnya sesuai konteks Anda. Hebat!
    Saya menikmatinya, dan makin yakin dengan pilihan hidup saya sebagai seorang muslim.

    Saya menyesal baru bisa baca sekarang.
    Tapi saya akan lebih menyesal, kalau Anda berhenti menulis.

    Keep writing, Bung!

    Dodi Mawardi

  3. Islam Idiot Says:

    @ ikhsan hooooo
    Yang menjadi pertanyaan adalah apakah anda berani obyektif dalam mempelajari ISLAM ?????

    apakah quran dan hadis kurang objektif kah HAHAHAHAHAHA

    jujur saja saya capek mau jawab semua komen anda yang bagi saya basi maaf yah tetapi itu benar sekali adanya

  4. Islam Idiot Says:

    @dodi

    hoooo maaf mas tulisan saya biasa-biasa saja kalau menurut saya

    pengetahuan saya tidak seberapa di bandingkan dengan ulama-ulama anda sendiri saya masih nol besar mas HEHEHEHEHE

    inget mas LAKUM DINUKUM WALIYADIN jadi yah anda mau seorang muslim atau seorang kafir bukan wewenang saya kok…itu kembali ke anda sendiri kan

    saya hanya menuliskan artikel disini dan saya berusaha akan terus menulis selama waktu untuk libur ada bagi saya…harus nyari makan dong mas masak nulis terus kapan saya dapet makannya…apa mas mau membiayai hidup saya hehehehehehe

    makasih atas waktunya untuk mampir

  5. OLPUS Says:

    @Dodi Mawardi: salud buat anda, seseorang yang berjiwa besar :)

  6. Nuir Says:

    huaaaa…..lama-lama aku baca blok ini semakin tertawa. gimana tidak, kok yo masih ada orang yang menganggap orang islam imannya lemah dan mudah diprovokasi. sekali lagi aku nyatakan bahwa imanku dan kecintaanku pada islam jauh lebih tinggi dari dunia seisinya. so, mau dihina kayak apa imanku gaberkurang sedikitpun. kalo masih punya ide dan lebih dasyat penghinaanmu coba aku mau lihat. paling juga aku tertawa. karena bodoh banget masih menggunakan cara-cara primitif untuk menjatuhkan orang lain. kalau bisanya cuma menghina, ya mbok jadi presenter gosip aja ya bang…sori penghinaanmu ga mempan. sekali lagi meinta maaf aku gabisa marah karena ini, tetapi justru tertawa. huakakakakaka…….

  7. budi Says:

    Om Avignam Astu Namasidem
    Semoga Pikiran Baik datang dari Segala Arah

Leave a Reply